Emerging Architecture and Urbanism #2

[en]Accompanied with snacks and coffee on a bright sunny Sunday, I enthusiastically listened to the Emerging Architecture and Urbanism #2 seminar that was part of the BAFFEST 2009 event. It’s a seminar about architecture and urban planning, followed by 4 presenters presenting their experiences and personal works.[/en]

[id]Ditemani snack dan kopi di pagi hari Minggu yang cerah, saya menyimak seminar Emerging Architecture and Urbanism #2 yang termasuk dalam rangkaian BAFFEST 2009 dengan antusias. Seminar tentang arsitektur dan tata kota ini diisi oleh empat presenter yang mempresentasikan pengalaman dan hasil kerjanya.[/id]

[en]The event was opened with a welcoming from Endy Subijono, acting president of IAI, and without further ado, the first session was started by Baskoro Tedjo as the moderator.

The first presenter was Zenin Adrian from Zenin Adrian Design Lab (ZADL) who is trying to apply eco-friendly designs in Indonesia. He tries to observe existing designs and then moves on to develop a new design based on his point of view. Zenin aims to explore materials in his design, for instants, creating wall details out of gunny sacks and krupuk cans. Besides that, he also tries to insert cultural elements into his works, one of them including Mongolia housings.[/en]

[id]Acara dibuka oleh sambutan dari Endy Subijono selaku Presiden IAI, lalu tanpa basa-basi sesi pertama dimulai dengan Baskoro Tedjo sebagai moderator.

Presenter pertama adalah Zenin Adrian dari Zenin Adrian Design Lab (ZADL) yang mencoba menerapkan desain ramah lingkungan di Indonesia. Ia mencoba mengobservasi desain yang telah ada dan mengembangkan desain baru berdasarkan sudut pandangnya. Zenin mencoba mengeksplorasi material dalam desainnya, contohnya detail dinding menggunakan material karung goni dan kaleng kerupuk. Selain itu ia juga memasukkan unsur kultural ke dalam karyanya, salah satunya perumahan di Mongolia.[/id]

emerging-1

emerging-2

[en]The next presenter is Heru W. Poerbo from the Urban Design Study Centre (Pusat Studi Urban Desain (PSUD)), sharing with us the development of urban planning. First off is about building plans on Ancol Timur, using land reclamation, which is to heap up the sea level with earth to create new lands. Next is a presentation on reusing the land of Manggarai Station with a few concepts such as urban park, new uses on historic site, and integrated station.

The next session started after lunch break with a performance from Angklung Chamber and Danisworo from PSUD as the moderator.The third presenter is Brian Jan who was involved in several big projects, including London Olympics, Jinji Lake in China, and South Bay Salt Ponds Reservation in California. In this presentation, he explained about his latest project, the Saadiyat Island in Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.[/en]

[id]Presenter berikutnya adalah Heru W. Poerbo dari Pusat Studi Urban Desain (PSUD) yang berbagi tentang perkembangan perencanaan lahan. Pertama ia mempresentasikan rencana pembangunan Ancol Timur dengan cara reklamasi lahan, yaitu menimbun laut dengan tanah untuk menciptakan lahan baru. Selanjutnya ia mempresentasikan rencana menggunakan kembali lahan (reuse) Stasiun Manggarai dengan beberapa konsep seperti urban park, new uses on historic site, dan integrated station.

Sesi kedua dimulai setelah makan siang dan penampilan dari Angklung Chamber, dengan Danisworo dari PSUD sebagai moderator. Presenter ketiga adalah Brian Jan yang turut serta dalam beberapa proyek besar diantaranya London Olympic, Jinji Lake di Cina, dan South Bay Salt Ponds Reservation di California. Dalam kesempatan ini ia memaparkan proyeknya yaitu Saadiyat Island di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.[/id]

emerging-3

emerging-4

[en]Last of all is a presentation from the Governor of Solo, Joko Widodo, most commonly known as Jokowi. Under his leadership, he has succeeded in relocating the scattered and disordered street vendors. The street vendors are then placed together in traditional markets that are clean and orderly, far from the usually dirty market impressions. Jokowi has also succeeded in relocating merchants dealing with secondhand objects who used to gather in Taman Banjarsari, and also renewing the once deserted Taman Balekambang, a genuine heritage from Mangkunegoro VII.

In the end, this seminar was very inspiring and it is hoped to become a trigger in Bandung’s development in the future.[/en]

[id]Terakhir adalah presentasi dari Walikota Solo, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi. Di bawah pimpinannya, ia berhasil merelokasi para pedagang kaki lima yang sebelumnya bertebaran tak teratur di Solo. Para pedagang kaki lima ditampung dalam pasar-pasar tradisional yang bersih dan tertib, jauh dari kesan kumuh pasar pada umumnya. Jokowi juga mampu merelokasi pedangang barang bekas di Taman Banjarsari untuk merevitalisasi lahan hijau terbuka. Selain itu ia juga memperbaharui Taman Balekambang peninggalan Mangkunegoro VII yang sebelumnya terbengkalai.

Seminar ini sangat inspiratif dan diharapkan bisa menjadi pemicu dalam pengembangan Bandung di masa depan.[/id]

 
 

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>