[en]”Folding left, folding right! Hooray! It’s done!” Maya Hirai, leading on the participants to cheer loudly in between the FESTIVAL ORIGAMI 2009 workshop.
I though that I’d be stuck to only being able to make paper boats for the rest of my life. Luckly, Maya Hirai has once again held an origami workshop the other day at Cisitu – Bandung. What did learn from the experience?[/en]
[id]”Lipat kiri, lipat kanan! Hore! Jadi!” Maya Hirai, menuntun para peserta bersoraklantang disela-sela workshop FESTIVAL ORIGAMI 2009.
Saya pikir, seumur-umur mungkin saya hanya bisa melipat kertas menjadi kapal-kapalan. Tetapi beruntung sekali, Maya Hirai kembali menggelar workshop origami di Cisitu-Bandung, kemarin. Apa saja sih yang saya dapatkan?[/id]
[en]The workshop program was divided into 3 sessions. For the opening, we had an introduction for basic origami. Wow, who knew that we can make a baloon out of paper!
Fold-fold-fold, blow, and tadaa~! In this session the participants is taught to make drinking glasses, baloons, flowers, leaves, and of course, the world-known origami icon : the origami bird!
Kirigami – the art of cutting paper – is introduced a bit in this session, ”Kirigami is like magic”, said Maya Hirai. ”We don’t know what it looks like when cutting, but when finally opened, the result is amazing!”[/en]
[id]Rangkaian acara workshop dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pembuka adalah pengenalan dasar-dasar origami. Wow, saya baru tahu ternyata kita bisa membuat balon dari kertas. Lipat-lipat-lipat, tiup, dan tadaa~!!
Di sesi ini peserta diajarkan membuat gelas, balon, bunga, daun, dan tentu saja icon origami yang sudah mendunia : burung origami! Kirigami, seni mengguntik kertas, sedikit dikenalkan disesi ini, ”kirigami itu seperti sulap”, ujar Maya Hirai. ”kita tidak tahu seperti apa wujudnya saat menggunting, tetapi setelah dibuka, wah hasilnya menakjubkan!”[/id]
[en]The next session is about the introduction of various contemporary origami, which is more complex then the ones before but still attracts curiosity from the participants. My personal favorite is the Twist technique, a technique that doesn’t compose a 3-D from, but rather creating textures on the paper, giving it a plaited illusion.
At the end of the program was the awaited session: Origami Contest! Out of all the participants, 10 were chosen as the fastest in making the baloon origami, and was then competed againts each other to grab the 3 winning positions. I was aiming for the prize, which was Maya Hirai’s book, ”Populer Origami” and a cash prize, but unfortunately I didn’t win.
As predicted, I was totally addicted, and on the way home I was folding away making a bunch of Twist techniques!
A bit about Maya Hirai :
Amongst the Indonesian origami lovers, the name Maya Hirai (Fajar Ismayanti) is well known. It’s actually no surprise, her being the Directure of Sanggar Origami Indonesia (SOI), has already achieved a qualified licence as an origami instructor, straight from the Nippon Origami Association (NOA)![/en]
[id]Sesi selanjutnya adalah pengenalan aneka jenis origami kontemporer, lebih rumit dari yang sebelumnya tapi membuat semua peserta berkerut kening penasaran! Yang paling saya suka adalah teknik Twist, teknik ini tidak membentuk form 3-D, tapi membentuk tekstur-tekstur pada kertas seolah-olah dianyam.
Di akhir acara, sesi yang ditunggu-tunggu: Lomba origami! Dari seluruh peserta dipilih 10 yang tercepat membuat balon origami untuk kemudian memperebutkan 3 posisi pemenang. Sayang sekali saya tidak menang, karena saya mengincar hadiahnya : buku origami populer karya Maya Hirai dan uang tunai J
Bisa diduga, selama perjalanan pulang dari workshop, saya melipat-lipat kertas membentuk beberapa teknik Twist, ketagihan!
Sedikit tentang Maya Hirai :
Di kalangan pecinta origami se-Indonesia, nama Maya Hirai (Fajar Ismayanti) sudah seperti makanan sehari-hari. Terang saja, wanita yang menjabat sebagai Direktur Sanggar Origami Indonesia (SOI) ini sudah berlisensi sebagai instruktur origami berkualifikasi dari Nippon Origami Association (NOA)![/id]
www.sanggar-origami.com








