Last Saturday, 8 August, Bandung’s Pecha Kucha Night celebrated it’s first anniversary. The party was packed with visitors from both Indonesia and abroad, who were then showed all kinds of presentation, ranging from design, coffee, hobbies, photography, etc. With presentations from Harry Anugrah Mawardi from Rumah Kemasan, Ichsan Hardja from Co-working, Kumiko Honma from Japan who is in the middle of continuing her Architecture studies at ITB, Keroncong Merah Putih, Weg Community, Feri Latief – National Geographic Photographer, and 13 other presenters.
Sabtu, 8 Agustus lalu PECHA KUCHA Night Bandung merayakan ulang tahunnya yang pertama. Ulangtahun kali ini diramaikan oleh banyak pengunjung yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri, yang disuguhi berbagai presentasi mulai dari desain, tentang kopi, hobi, fotografi, dan lain-lain. Hadir diantaranya Harry Anugrah Mawardi dari Rumah Kemasan, Ichsan Hardja dari Co-working, Kumiko Honma dari Jepang yang sedang melanjutkan studi Arsitektur di ITB, Keroncong Merah Putih, Komunitas Weg, Feri Latief – Fotografer National Geographic, dan 13 presentator lainnya.
www.pechakucha.org
The highlight of the program was Kumiko Honma’s presentation. She had everyone wondering what her work was where, at a glimpse, consists only of black dots on white paper. Even though she presented her work with her limited Indonesian language, the crowd still listened intensely due to the immense curiosity. At the end of the presentation, everyone finally understood that her work was about her travelling routes while in Indonesia.
The one who constructed Pecha Kucha Night, was none other then Deddy Wahjudi, a Lecturer at the Product Design of ITB. He’s the one who prepared and selected the people to present their work there.
Missed it? Be sure to catch the next Pecha Kucha Night.
Yang menarik waktu itu adalah presentasi Kumiko Honma. Semua orang bertanya-tanya, apa maksud dari karyanya yang sekilas hanya berupa titik-titik hitam diatas kertas putih. Kumiko Honma mempresentasikan karyanya dalam bahasa Indonesia yang meskipun tidak begitu fasih, tapi semua orang tetap menyimaknya karena penasaran. Di akhir acara semua pengunjung segera mengerti, bahwa karyanya menggambarkan rute perjalanannya selama berada di Indonesia.
Penggagas PECHA KUCHA Night Bandung adalah Deddy Wahjudi, seorang dosen pengajar di Desain Produk ITB. Beliaulah yang menyiapkan acara ini, dan memilih orang-orang yang akan melakukan presentasi di sini.
Segar, menyenangkan, dan inspiratif.
Belum pernah menyaksikannya? Tunggu saja Pecha Kucha Night berikutnya.
www.pechakucha.org
2 Comments
rininta
Silakan, pritta
prittzh
hola! keren nih. Mau copas untuk dishare ma tmen2 yah.. boleh?
Nice nice nice ! Pritta nih. Salam kenal