[en]The way of serving food is a very important cultural aspect in the East, more specifically Indonesia. The food served must be presented politely and attractive at the same time. This idea is what inspired designer Artha Sanjaya and his craftman partner, Kang Udung to design the food tray, Bamboo Splite.
Just like any other food tray, this product’s main function is to carry food, but the focus of the Bamboo Splite is to accentuate the aesthetic beauty of the bamboo, by showing that the bamboo material itself is a part of Indonesian ethnicity.
Other than for carrying food, the Bamboo Splite also functions as a food display base so there’s no need to remove the food from the tray. Just set the tray down on the table, and you have a well presented display of food ready to be eaten![/en]
[id]Cara menyajikan santapan menjadi hal yang penting bagi budaya Timur, terutama Indonesia. Makanan yang siap santap harus disajikan dengan sopan sekaligus menarik. Melalui ide awal inilah dibuat nampan Bamboo Splite karya desainer Artha Sanjaya dan pengrajinnya, Kang Udung.
Seperti layaknya nampan lainnya, fungsi utama nampan ini jelas untuk membawa makanan, tetapi Bamboo Splite terlihat menekankan unsur estetis bambu dengan tetap menampakkan bahan bambu itu sendiri yang menjadikannya dekat dengan kesan etnik Indonesia.
Selain untuk membawa makanan ke tempat saji, Bamboo Splite juga berfungsi sebagai tempat display makanan di atas meja, sehingga tidak usah repot repot mengangkat makanan dari nampan, dengan menaruh saja nampan ini di atas meja maka makanan tersaji dengan baik. Praktis![/id]
[en]The early form of this product was inspired by the sesajen (ritual offerings), from the animism and dynamism culture, that was then modified further into a more modern form by processing at least 2 types of bamboo. The form of the tray that looks like it ’split’ gives it the impression of a second leveled surface from the original base, but of course the main course should be placed in the middle of the tray.[/en]
[id]Bentuk awal nampan ini terinspirasi dari budaya animisme-dinamisme, yaitu sesajen, yang kemudian dilakukan pengolahan bentuk ke arah modern dengan mengolah sedikitnya 2 jenis bambu yang berbeda. Wujud nampan yang seolah-olah split membawa kesan seperti ada tingkatan pada baki makanan, tentu saja makanan utama sebaiknya disajikan di bagian tengah baki.[/id]




