Bangles
When I first saw these bracelets, I knew I had to have it – though I’d rather leave it hollow then place it on my wrist. Anthony Roussel has positioned this creation as a ‘sculptural object’ without abandoning it’s function as a wearable jewelry.
Ketika pertama kali melihat gelang-gelang ini, saya langsung ingin memilikinya, meskipun saya lebih suka membiarkan lubangnya kosong daripada menggunakannya dipergelangan tangan saya. Anthony Roussel memposisikan karyanya ini sebagai ‘sculptural objects’ tanpa mengesampingkan fungsi perhiasan itu sendiri sebagai benda pakai.
www.anthonyroussel.com
Roussel was inspired by the repetitive nature of the coastlines and the earth’s plain surface. The curved lines are created not only as a texture or graphics alone, but as a structure, adding more volume to the bracelet as well as turning it’s layered form into it’s main appeal.
Roussel terinspirasi oleh pola garis-garis yang repetitif dari garis-garis pantai dan permukaan dataran di bumi. Ia membuat garis-garis lengkung tidak sekedar sebagai grafis atau tekstur yang dibuat pada bidang datar, melainkan sebagai struktur. Sehingga gelang ini menjadi lebih bervolume, dan wujudnya yang berlapis-lapis ini menjadi daya tariknya.


A variaty of wood material is used in making these bracelets, such as birch from Finland, cork from Portugal, and maple from North America. These materials are then dried naturally using water filtration and finally colored using milk-based paint that’s all-natural and allergy free. Wow!
Jenis kayu yang berbeda-beda digunakan dalam pembuatan gelang-gelang ini, diantaranya birch dari Finlandia, cork dari Portugal, dan maple dari Amerika Utara. Kayu-kayu ini dikeringkan secara natural menggunakan water filtration dan diwarnai dengan cat milk-based yang benar-benar natural dan tidak menimbulkan alergi. Wow!
*photos courtesy of Anthony Roussel
www.anthonyroussel.com