Klock-01

Klock-01 (1)

Menerapkan pendekatan desain yang sama ia lakukan dengan desain radio, Singgih S. Kartono memanfaatkan bentuk dasar dan garis desain yang sederhana dari bentuk jam meja yang ikonik serta penerapan kembali bahasa desain Magno untuk menciptakan Klock-01.

Seperti produk-produk sebelumnya, Klock-01 juga memiliki detail yang menarik, salah satunya adalah penandawaktu ¼ lingkaran yang dibuat dengan sambungan empat bagian kayu yang sama, namun memiliki arah serat kayu yang berlawanan satu sama lain. Sambungan ini memunculkan batas yang samar. Penanda yang sederhana dan hanya ada 4 garis dalam 1  lingkaran ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada pemakai untuk terus mengasah kemampuan ‘mengira-ira’, salah satu kemampuan unik manusia yang sering diabaikan dalam hampir semua produk berteknologi canggih saat ini.

Klock-01 (2)

Klock-01 (3)

Kemiringan yang terdapat pada Klock-01 tidaklah ditemukan secara sengaja, melainkan ketika sang desainer bermain dengan komponen kaki pada porosnya. Kemudian bagian kaki yang menyelaraskan bentuk secara keseluruhan. Pada bagian belakang jam, sang desainer menerapkan sistem pengunci yang sama dengan tempat baterai pada radio kayu.

Bagian pengatur waktu pada jam ini memiliki ceruk agar memberikan ruang pada ujung jari saat mencocokan waktu, sekali lagi menambahkan nilai personal ke dalam Klock-01. Ceruk ini membuat bagian belakang lebih dinamis, tidak simetris, dan kontras terhadap bagian belakang yang cembung. Garis sederhana yang diciptakannya membutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam proses pengerjaannya.

Klock-01 (4)

Klock-01 (5)

Terbuat dari perpaduan kayu pinus dan sonokeling, Klock-01 adalah sebuah usaha Singgih S. Kartono dalam mendedikasikan Magno pada daerah asalnya Desa Kandangan, Temanggung. Mengamati anak-anak yang bermain di sore hari, selalu mengingatkannya akan masa kecil yang sungguh mandiri dan kreatif, yang dipenuhi oleh kebiasaan untuk mencipta dan berkarya. 25% dari hasil penjualan produk ini untuk merintis pendirian sekolah desain universal yang berwawasan global namun sangat kontekstual dengan potensi-potensi yang dimiliki daerahnya. Keberadaan sekolah yang berkualitas dengan fasilitas pendidikan yang memadai akan melahirkan sumber daya manusia terbaik yang dimiliki komunitas ini. Harapannya, semoga dalam dua tahun program ini dapat mulai berjalan dan menghasilkan karya-karya anak bangsa yang membanggakan seperti beliau!

*Photo courtesy of Singgih S. Kartono

 
 

3 Comments


  • rifqy
    Posted November 9, 2011 at 11:13 am | Permalink

    sangat sangat…menginspirasi……

  • Posted January 13, 2011 at 2:39 pm | Permalink

    Modelnya sangat menarik & cita2nya sangat luhur. Salut…

    Dina @ http://blog.sweetbatik.com


  • madaniyah isfandriat
    Posted December 23, 2010 at 5:19 pm | Permalink

    subhanallah cita-cita yang luhur untuk sesama..dukungan seperti apa yang dapat kami lakukan? anak kedua kami kebetulan juga suka disain semoga bisa belajar semangan..

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>