[en]Public Bench has explicitly showed us what true beauty is; a reminder in its own way against all of the wrongly worshipped modern synthesized products. A design by Alvin Tjitrowirjo as a communication medium Linger Bench is also expected to lead its users towards the beauty philosophy mentioned. Nature’s Beauty, as Alvin himself said.[/en]
[id]Public bench ini telah dengan gamblang menceritakan keindahan yang sebenarnya; sebuah pengingat yang sederhana dengan caranya sendiri dalam melawan semua hasil sintetisasi modern yang telah secara salah didewakan. Sebuah produk yang diinisiasikan Alvin Tjitrowirjo sebagai sarana komunikasi orang banyak dalam penggunaannya, Linger Bench juga diharapkan menggiring penggunanya menuju filosofi keindahan tadi. Nature’s beauty, ujar Alvin sendiri.[/id]
[en]The glorified bench that has been in numerous exhibitions with positive reviews has also in a way represented Indonesia’s identity : a bench provided as a meeting place for friendly chatter, a flattering eastern stereotype; also, the rattan modification embedded on the whole surface is intended to later on become Indonesia’s very own contemporary design characteristics.
Through its refreshing organic form, plus the psychologically attractive curves, Alvin aims to knock down the stiffness of form that has become a dogma in our eyes.
A warm welcoming bench, with a freshness that records the memories on beauty, if not, opposing the steel hands of the synthetic machines that bears modernity.[/en]
[id]Bench yang telah hadir di banyak pameran dengan Âbertumpuk review positif ini juga sedikit banyak menghadirkan identitas Indonesia: bangku berkumpul tempat mengobrol hangat, sebuah stereotip ketimuran yang menyenangkan; serta modifikasi rotan yang di semua permukaan bangku ini, yang dicita-citakan Alvin untuk nantinya bisa menjadi ciri khas desain kontemporer Indonesia sendiri.
Melalui bentuk organiknya yang menyegarkan, plus lengkungan-lengkungan yang atraktif secara psikologis pula Alvin ingin merobek kekakuan bentuk yang selama ini menjadi dogma di mata kita.
Sebuah bench hangat yang dengan ramah menegur, jika bukan mengoposisi, tangan-tangan mesin yang sintetis yang mengusung modernitas, dengan kesegaran alamiah yang merekam ingatan-ingatan tentang keindahan.[/id]
*photos courtesy of Alvin Tjitrowirjo







One Trackback
[...] via * ???????? Tags: ?? | ?? ??????? Iacoli & McAllister ???? » » [...]