The Receipt Racer karya Undef dan Joshua Noble menggabungkan perangkat input dan output yang berbeda ke dalam sebuah permainan yang lengkap. Dibuat selama workshop Let’s Feed The Future, yang digelar oleh Creative Applications Network sebagai rangkaian dari OFFF Festival di Barcelona pada tanggal 8 Juni 2011.
Permainan ini dimainkan dalam printer tanda terima, perangkat umum yang dapat kita jumpai di setiap toko dan restoran. Perangkat yang mencetak kertas-kertas yang biasanya terlipat tak beraturan dan tertinggal di kantung anda, hanya tinggal menunggu waktu untuk membuangnya. Printer yang digunakan adalah printer thermal yang menggunakan panas dalam mencetak tagihan diatas kertas. Satu roll bisa didapatkan secara online dengan harga sekitar 80 sen.
Jarak tempuh maksimal adalah 50 meter dalam sekali putaran, sebelum kertas habis. Proyek ini memanglah tidak ramah lingkungan, layaknya mobil sungguhan.
Print merupakan media statis, itulah mengapa hal itu merupakan tantangan yang menarik untuk menciptakan sebuah permainan interaktif dengan hal tersebut. Pertama, Undef mencoba untuk melakukannya dengan printer hanya sebagai representasi visual, tetapi tampaknya mustahil. Lalu Joshua Noble datang dengan proyektor mini, yang sangat pas untuk memproyeksikan sebuah mobil ke dalam jalan yang akan dicetak.
Tak ada permainan tanpa perangkat input. Dan mereka sangatlah beruntung mendapati seseorang yang selalu membawa gamepad dalam kesehariannya. Gamepad banyak digunakan karena secara fisik kita dapat mengontrol sesuatu tanpa harus melihatnya secara langsung.
Hari itu merupakan hari yang penuh keberuntungan. Entah bagaimana semuanya berjalan begitu saja, dengan waktu yang sempurna. Tepat sebelum workshop ini usai, mereka dapat menyelesaikan tambahan detail seperti papan skor dan teks ketika mobil bertabrakan. Komponen yang menyempurnakan permainan, merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi mereka untuk hadir pada workshop ini seharian penuh.
Kalian dapat mengunduh source code dan versi mac disini : receiptRacer. Namun ingatlah, ini adalah proyek sehari saja, sehingga cukup berantakan…
*Photo courtesy of Undef & Joshua Noble





